PENGARUH PENAMBAHAN SABUT KELAPA TERHADAP STABILITAS CAMPURAN ASPAL EMULSI DINGIN

Andhi Lim, Rudy Hermanto, Paravita Sri Wulandari, Harry Patmadjaja

Abstract


Di Indonesia penggunaan aspal emulsi sebagai bahan dasar aspal dalam pekerasan lentur masih sangat jarang dijumpai. Hal ini mengakibatkan sedikitnya penelitian tentang aspal emulsi. Untuk itu dibutuhkan penelitian lebih lanjut tentang aspal emulsi. Salah satu hasil alam yang berpotensi dapat digunakan sebagai bahan tambahan pada aspal adalah serabut yang berasal dari buah kelapa. Dalam penelitian ini, sabut kelapa dijadikan sebagai bahan tambahan pada Campuran Aspal Emulsi Dingin (CAED). Sabut kelapa dipotong dan dibersihkan terlebih dahulu sebelum dicampurkan pada CAED. Kadar sabut kelapa yang dipakai beriksar antara 0,50 % - 1,50 % dari total berat aspal dengan panjang berkisar ± 5 mm. Pengujian awal dilakukan dengan pemeriksaan terhadap material yang akan dipakai dalam membuat benda uji. Pemeriksaan terhadap material dilakukan untuk mengetahui apakah material telah memenuhi spesifikasi apakah dapat digunakan sebagai bahan campuran dalam pembuatan benda uji. Pengujian Marshall dilakukan pada CAED dengan sabut kelapa dan tanpa sabut kelapa pada umur 0 hari dan 7 hari. Dari penelitian ini, didapatkan hasil bahwa kadar sabut kelapa optimum yang dapat ditambahkan pada CAED adalah sebesar 0,50 % dari total berat aspal pada umur 7 hari.

Keywords


sabut kelapa, campuran aspal emulsi dingin, stabilitas

Full Text:

PDF

References


Hadiwardoyo, S. P., (2013). “Evaluation of the Addition of Short Coconut Fibers on the Characteristics of Asphalt Mixtures”. Civil and Environmental Research, Vol. 3, No.4.

Muliawan, I.W. (2011). Analisis Karakteristik dan Peningkatan Stabilitas Campuran Aspal Emulsi Dingin (CAED), Tesis. Universitas Udayana, Bali.

Padmadjaja, H. (2011). TS 4457 Rekayasa Perkerasan Jalan, Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Kristen Petra. Surabaya.

Sukirman, S., (1992), Perkerasan Lentur Jalan Raya. Nova, Bandung.

Sukirman, S., (2003), Campuran Beraspal Panas. Granit, Bandung.

SNI 4798:2011. (2011), Spesifikasi Aspal Emulsi Kationik. Badan Standarisasi Nasional, Jakarta.

Tan, et al., (2012). “Effect of Mercerization and Acetylation on Properties of Coconut Fiber and Its Influence on Modified Bitumen”. UNIMAS E-journal of Civil Engineering, Vol. 5, No.1.

TRIASINDOMIX, PT. (2010). Spesifikasi Teknis Aspal Emulsi. Sidoarjo.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal telah terindeks oleh :