EVALUASI KINERJA DIRECT-DISPLACEMENT BASED DESIGN PADA PERENCANAAN BANGUNAN DENGAN KETIDAKBERATURAN TINGKAT LUNAK

Adrian Hartanto Luih, Kevin Agusta, Ima Muljati, Benjamin Lumantarna

Abstract


Saat ini banyak ditemui bangunan yang memiliki satu atau dua lantai yang tingginya lebih
besar dari lantai-lantai yang lainnya. Pada perencanaan ketahanan gempa, kondisi ini dapat
menghasilkan lantai yang lunak yang mengarah pada keruntuhan soft storey. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui apakah adanya lantai lunak dapat mempengaruhi rumusan distribusi vertikal gaya
pada setiap lantai yang digunakan untuk bangunan beraturan, jika didesain dengan metode DirectDiscplacement
Based
Design
(DDBD).
Selanjutnya,
penelitian
ini
juga
mengevaluasi
kinerja
bangunan

untuk

mengetahui responnya terhadap gaya gempa. Sebagai studi kasus, dipilihlah bangunan
perkantoran 8 lantai dengan denah tipikal di Surabaya dan Jayapura. Bangunan berupa sistem rangka
beton bertulang dengan lantai lunak di lantai dasar dan lantai 5. Struktur direncanakan menggunakan
metode DDBD pada target kinerja level-1 – no damage, level-2 – repairable damage dan level-3 – no
collapse, dan dianalisis kinerjanya menggunakan analisis non-linier dinamis riwayat waktu pada gempa
kecil, sedang dan besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan DDBD paling aman adalah
desain dengan level-1 karena meskipun bangunan dengan sengaja didesain memiliki tingkat lunak,
bangunan masih memiliki kinerja yang baik di semua level gempa, baik diukur dalam parameter drift
ratio, damage index, maupun mekanisme keruntuhannya. Untuk penelitian lebih lanjut dengan tinggi
lantai yang besar disarankan membuat kolom dengan kekakuan lateral diatas kriteria tingkat lunak
(kolom yang lebih kaku), supaya tidak memiliki tingkat lunak.

Keywords


Direct-Displacement Based Design, ketidakberaturan tingkat lunak, analisis non-linier dinamis riwayat waktu, perencanaan berbasis kinerja.

Full Text:

PDF

References


Arlekar, J.N., Jain, S.K., and Murty, C.V.R. (1997). Seismic Response of RC Frame Buildings with Soft

First Storeys, Proceedings of the CBRI Golden Jubilee Conf. on Natural Hazards in Urban Habitat,

New Delhi.

Asisi, F. & Willyanto, K. (2014). Perbandingan Kinerja Bangunan yang Didesain dengan Force-Based

Design dan Direct Displacement-Based Design Menggunakan SNI Gempa 2012. Skripsi, Universitas

Kristen Petra, Surabaya.

Badan Stardardisasi Nasional (2012). Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Gedung, SNI03-1726-2012.

Badan Standardisasi Nasional (2013). Beban Minimum untuk Perancangan Bangunan Gedung dan

Struktul Lain, SNI-1727-2013.

Dogan, M., Kirac, N. and Gonen, H. (2002). Soft Storey Behaviour in an Earthquake and Samples of

Izmit-Duzce, ECAS International Symposium on Structural and Earthquake Engineering 2002,

Ankara, Turkey, 42-49.

Fischl, G. & Gärling, A. (2004). Enhancing Well-Being in Health Care Facilities by Architectural

Design: A Methodological Study. In B. Martens, & A. G. Keul (Eds.), Evaluation in Progress:

Strategies for Environmental Research and Implementation. Hogrefe & Huber, Toronto.

Judi, H.J., Davidson, B.J. and Fenwick, R.C. (2000, January 30th - February 4th). The Direct

Displacement Based Design Method: A Damping Perspective. The Twelveth World Conference on

Earthquake Engineering, Auckland, NZ.

Priestley, M.J.N., Calvi, G.M. and Kowalsky, M.J. (2007). Displacement-Based Seismic Design of

Structures. IUSS Press, Pavia, Italy.

Setia, S. and Sharma, V. (2012). Seismic Response of RC Buildings with Soft Storey. International

Journal of Applied Engineering Research, Vo.7 (11).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.