Fasilitas Pelayanan Kematian di Batu

Dea Giovani

Abstract


 

Dea Giovani, dan Handinoto Program Studi Arsitektur, Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya E-mail: deagiovani92@gmail.com; handinot@petra.ac.id

ABSTRAK -

 

"Fasilitas Pelayanan Kematian di Kota Batu" ialah sebuah fasilitas umum yang multifungsi. Proyek ini memiliki fungsi sebagai tempat untuk menyemayamkan jenazah orang yang sudah meninggal, selain itu terdapat pula fasilitas untuk mengkremasikan jenazah dan yang terakhir proyek ini memiliki fungsi berupa kolumbarium yang merupakan tempat untuk menitipkan abu jenazah. Terdapat juga fungsi pendukung yaitu rumah inap dan retail-retail.

Di Kota Batu tidak terdapat fasilitas pelayanan kematian yang lengkap, maka dari itu proyek ini berlokasi di kota Batu. Pendekatan perancangan yang digunakan adalah pendekatan sirkulasi. Pendekatan ini dipilih karena kebanyakan dari fasilitas pelayanan kematian yang terdapat di kota Malang dan Surabaya tidak memiliki ruang kontemplasi yang cukup. Maka dari itu pendekatan perancangan ini dapat membantu proses perancangan agar tidak terjadi cros sirkulasi sehingga para pengunjung dan keluarga dapat berkontemplasi.

Untuk mendukung suasana kontemplasi yang diinginkan maka pendalaman desain yang dipilih adalah pendalaman "sequance". Pendalaman ini dapat mempertegas suasana yang ingin dicapai, sehingga perasaan berduka dari keluarga yang ditinggalkan dapat pulih.

Kata Kunci: persemayaman, kolumbarium, krematorium, duka, sedih.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kematian merupakan salah satu fase yang paling ditakuti oleh kebanyakan orang. Hal ini disebabkan kematian merupakan pemisah antar dua dunia. Arti kematian mengandung makna bahwa hal tersebut akan memisahkan manusia terhadap segala sesuatu yang dicintainya dalam kehidupan dunia ini. Berpisah dengan segala yang ia miliki atau senangi, berpisah dengan segala yang disayangi atau dicintai. Memisahkan dengan anak dan isteri serta berpisah dengan bapak atau ibu, berpisah dengan harta dan pangkat, berpisah dengan dunia dan segala isinya. Kematian akan menjadi pemisah dari kesemuanya itu. (Taman Ibran & Ibnu Siswoyo, 2011, para. 1). Rasa duka yang dimiliki oleh setiap anggota keluarga berbeda-beda. Rasa duka yang berlarut-larut akan membuat orang tersebut memiliki gangguan dalam hidupnya. Rasa duka ini akan menjadi sangat berbahaya jika dibiarkan terlalu berlarut-larut, sehingga dibutuhkan bantuan psikolog untuk memulihkannya.

Selain latar belakang psikologi terdapat pula latar belakang umum yaitu berkurangnya lahan membuat semakin meningkatnya harga tanah.

Fasilitas Pelayanan Kematian di Kota Batu

Gambar. 1.

Perspektif bird eye view proyek fasilitas pelayanan kematian di kota Batu

Sumber : Penulis


Refbacks

  • There are currently no refbacks.