Dominasi Anak Laki-Laki Sulung Dalam Keluarga Tionghoa Suku Hokkien di Kecamatan Tambaksari Surabaya Timur 泗水东区Tambaksari福建家庭中长子的地位和优势研究

Setefani Veronica Jap, Elisa Christiana

Abstract


Zaman dahulu budaya Tionghoa dalam sebuah keluarga memiliki anak laki-laki sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah sampai saat ini anak laki-laki sangat diinginkan dan juga untuk membuat kita mengerti tentang keistimewaan dan keuntungan dalam posisi menjadi anak laki sulung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu mewawancarai informan guna mendapatkan data yang akurat. Terdapat empat sudut pandang informan terhadap anak laki sulung, yaitu laki sulung, orangtua anak laki sulung dan saudara kandung anak laki sulung. Meskipun zaman sudah semakin maju, namun tetap saja semua informan menilai anak laki lebih penting. Alasannya anak lelaki sulung dapat membantu menjaga adiknya yang masih kecil, meneruskan marga dan pekerjaan orang tua. Disaat anak sulung sebelum menikah pula ada beberapa hal material dan nonmaterial yang orangtua anak sulung berikan. Bagi saudara kandung laki sulung, mereka menilai kakak sulung mereka melakukan tanggung jawabnya dengan baik.

Keywords


Anak laki-laki sulung, Suku Hokkien, posisi, keunggulan

Full Text:

PDF

References


Baker, H.D.R. (1979). Chinese Family And Kinship. New York: Columbia University Press.

Dispenduk Capil Kota Surabaya. (2010). Luas Wilayah, Jumlah Penduduk, Pertumbuhan Penduduk dan Kepadatan Penduduk menurut Kecamatan . Retrieved June 19, 2013, from http://lh.surabaya.go.id/SLHD%202010/Luas%20Wilayah,%20Jumlah,%20Pertumbuhan%20dan%20Kepadatan%20Penduduk.pdf.

Koentjaraningrat. (1997). Metode – Metode Penelitian Masyarakat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Koentjaraningrat. (1999). Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Djambatan.

Noordjanah, A. (2010). Komunitas Tionghoa di Surabaya. Yogyakarta: Ombak.

Oentaryo, L. (2008). “ Kedudukan Peran Wanita Generasi Tua Dan Generasi Muda Suku Hakka Surabaya Di Dalam keluarga dan Masyarakat”. Skripsi. Surabaya: Universitas Kristen Petra.

Patton, M.Q. (2006). Metode Evaluasi Kualitatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Rekapitulasi Jumlah Penduduk Berdasarkan Pemegang KK Kecamatan Tambaksari. (2013, June 14). Surabaya.

Supriatna, N., Ruhimat, M., Kosim. (2007). IPS Terpadu (Sosiologi, Geografi, Ekonomi, Sejarah). PT Grafindo Media Pratama, Jakarta.

Tan, S.L.S.M. (1987). Spectrum Of Chinese Culture. Malaysia: Pelanduk Publications.

Wáng, Shùn Hóng王顺洪. (2001). Zhōngguó Gàikuàng中国概况. Beijing: Beijing Daxue.

Wū, Bǐng ān乌丙安. (1992). Zhōngguó Mínsúxué中国民俗学. Shenyang: Liaoning Daxue.

Yáng, Yīng Jié杨英杰. (2005). Zhōngguó Lìshǐ Wénhuà中国历史文化. Tianjin: Nankai Daxue.

Zhāng, Dào Qín张道勤. (2005). Zhōngguó Wénhuà Tōngshǐ中国文化通史. Hangzhou: Zhejiang Daxue.

Zhào, Nán Róng赵南荣. (2008). Xiánhuà Zhōngguórén闲话中国人. Shanghai: Shanghai Wenyi.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.