RITUAL PERAYAAN IMLEK ETNIS TIONGHOA DI KOTA TOLI-TOLI

David Lievander, Olivia Olivia, Chun-I Kuo

Abstract


Penduduk Tiongkok telah lama menyebar ke berbagai belahan dunia, dengan membawa berbagai macam kebudayaan serta tradisi, tidak terkecuali di Indonesia. Etnis tionghoa menyebar dengan merata di seluruh Indonesia dengan membawa kebudayaan asal mereka. Hari raya Imlek adalah salah satu contohnya,  setiap daerah di Indonesia mempunyai perayaan Imlek mereka sendiri oleh karena itu penulis tertarik untuk meneliti perayaan etnis Tionghoa di kota Toli-toli. Penelitian ini meliputi apa perbedaan Imlek etnis Tionghoa Toli-toli pada masa orde baru dan mengapa terjadi perbedaan itu. Setelah dilakukan penelitian ditemukan bahwa etnis Tionghoa hanya merayakan chuxi, Imlek, hari kedua, hari kesembilan, dan Cap Go Meh.  Perayaan Cap Go Meh di kota Toli-toli cenderung sepi dan tidak ada yang spesial. Serta ditemukan faktor yang membuat Imlek di kota Toli-toli saat orde baru dan sekarang berbeda yaitu karena faktor politik dan ekonomi.


Keywords


Tahun Baru Imlek, Tradisi, Etnis Tionghoa

Full Text:

PDF

References


Erniwati. (2007). Asap Hio di Ranah Minang. Yogyakarta : Ombak.

Journal, P. (2016). “Chinese New Year Lucky Foods To Eat”. http://www.journal.com.ph/lifestyle/food-recipe/chinese-new-year-lucky-foods-to-eat.

Qí, dōngyě. (2003).yuǎn qù de xiāngqíng. běijīng: Zhōnghuá gōngshāng liánhé.

Rahmat, P, S.(2009).Jurnal penelitian kualitatif. Vol.5. No.9. Hal.2. retrevied April 22,2015. From http://yusuf.staff.ub.ac.id/files/2012/11/Jurnal-Penelitian-Kualitatif.pdf.

Suryadinata, L. (2003). Negara dan etnis tionghoa. Jakarta : Pustaka LP3ES.

The & Prayugo. (2005). Tanaman simbol imlek. Jakarta : Penebar Swadaya.

Yàn, chūnshēng. (2009). chūnjié. Zhǎngchūn: Jílín chūbǎn.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.