Interaksi Sosial Etnis Batak Dan Etnis Tionghoa Di Gereja GSJA Sungai Kehidupan Surabaya 泗水GSJA Sungai Kehidupan教堂巴塔克族与华裔的社交

Robinhood Sirait

Abstract


Keanekaragaman etnis di Indonesia menyebabkan adanya interaksi sosial antar etnis yang dapat terjadi kapan dan dimana saja. Syarat terjadinya interaksi sosial adalah kontak sosial dan adanya komunikasi. Skripsi ini bertujuan untuk mendeksripsikan proses perubahan stereotip etnis Batak terhadap etnis Tionghoa di gereja GSJA Sungai Kehidupan. Skripsi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil yang diperoleh ditunjukan melalui interaksi sosial yang intensif dengan aktif dan dalam acara dan kegiatan di dalam dan diluar gereja dapat mengubah stereotip negatif menjadi stereotip positif.


Keywords


Interaksi Sosial, Etnis Batak, Etnis Tionghoa

Full Text:

PDF

References


Bungin, B. (2003). Analisis Data Penelitian Kualitatif Pemahaman Filosofis dan Metodologis Ke Arah Penguasaan Model dan Aplikasi, Jakarta. PT RajaGrafindo Persada.

Bungin, B. (2006). Sosiologi Komunikasi, Jakarta. Kencana.

Effendy, O. U. (2007). Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek, Bandung. PT Remaja Rosdakarya.

Haryono, P. (1993). Kultur Cina dan Jawa, Jakarta. Pustaka Sinar Harapan.

Hoon, C. Y. (2012). Identitas Tionghoa Pasca-Suharto-Budaya, Politik dan Media, Jakarta. Yayasan Nabil dan LP3ES.

Kuntjara, E. (2006). Penelitian Kebudayaan, Yogyakarta. Graha Ilmu.

Nurudin. (2005). Sistem Komunikasi Indonesia, Jakarta, PT RajaGrafindo Persada.

Pardede, A, Mellaz, A, Rohi, J, Sumampow, J, Nitisaputra, S. (2002). Antara Prasangaka dan Realita Telaah Krisis Wacana Anti Cina Di Indonesia, Jakarta, Pustaka Inspirasi.

Sarosa, Semiaji. (2012). Penelitian Kualitatif Dasar-Dasar. Jakarta, Indeks.

Soekanto, S. (2009). Sosiologi Suatu Pengantar, Jakarta, PT RajaGrafindo Persada.

Wirjokusumo, I. Ansori S. (2009). Metode Penelitian kualitatif Bidang Ilmu-Ilmu Sosial Humaniora (Suatu Pengantar). Surabaya, Unesa University Press


Refbacks

  • There are currently no refbacks.