Interaksi Sosial Pasangan Jawa Tionghoa Dalam Pernikahan Beda Etnis di Surabaya 泗水爪哇族与华族通婚情况小调查

Emillia Stephanie Handoko

Abstract


Berdasarkan situasi keberagaman etnis, budaya dan agama di Indonesia, interaksi sosial antara etnis yang berbeda tidak dapat dihindari. Skripsi ini bertujuan untuk menganalisa tentang interaksi sosial antara pasangan Jawa Tionghoa dalam pernikahan beda etnis di Surabaya. Skripsi ini menggunakan metode kualitatif. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa proses terjadinya pernikahan antara etnis Jawa dan Tionghoa tidaklah mudah, ada beberapa informan yang menerima halangan dari pihak luar. Selain proses terjadinya pernikahan beda etnis, setelah dianalisis dapat diketahui bahwa dengan adanya beberapa perbedaan baik dari segi latar belakang dan pendidikan keluarga serta perbedaan budaya antara suami istri membuat mereka lebih membutuhkan banyak toleransi dan pengertian. Saling belajar dari perbedaan masing-masing individu dan berkomunikasi dengan baik tidak hanya cara yang baik namun merupakan kunci dari kesuksesan pernikahan beda etnis

基于在印尼有各种各样的民族、文化和宗教的情况下,与不同民族交流,互相来往直到结婚是不可避免的。因此本调查分析爪哇族与华族通婚的情况。本调查使用定性描述研究法。从研究结果可了解到爪哇族与华族通婚并不容易,有些受访者曾经受到外来的阻碍。除了通婚背景以外,通过分析可了解在爪哇族与华族已婚的情况下,因为不同的家庭背景、家庭教育、文化差异而夫妻间需要更多包容与了解。互相适应与好的沟通方式不仅让生活和谐,也是成功婚姻的关键。


Keywords


Budaya, Etnis Jawa, Etnis Tionghoa, Pernikahan 文化;爪哇族;华族;婚姻

Full Text:

PDF

References


Bungin, B.H.M. (2006). Sosiologi komunikasi. Jakarta: Kencana.

Daymon,C. & Holloway. (2008). Qualitative research in public relations ans marketing communications. Diterjemahkan oleh Cahya Wiratama. Yogyakarta: PT. Bentang Pustaka.

Gerungan,W.A. (2004). Psikologi sosial. Bandung: PT. Refika Aditama.

Gondomono. (1996). Membanting tulang menyembah arwah: Kehidupan kekotaan masyarakat cina. Depok: Fakultas Sastra Universitas Indonesia.

Gordon,M.M. (1964). Assimilation in american life: The role of race, religion and national origins. New York: Oxford University Press.

Hadikusuma,H. (1990). Hukum perkawinan Indonesia menurut perundangan, hukum adat, hukum agama. Bandung: Mandar Maju.

Hariyono,P. (1993). Kultur cina dan jawa: Pemahaman menuju asimilasi kultural. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan.

Hendropuspito, D. (1989). Sosiologi semantik. Yogyakarta: Kanisius.

Jahja,H.J. (1994). Pri-nonpri dan konvensi cina sedunia. Jakarta: Lembaga Pengkajian Masalah Pembauran.

Khalid,R.G.A. (2012). Ta’ati Suamimu, Surga Bagimu. http://muslim.or.id/muslimah/taati-suamimu-surga-bagimu.html

Kompasiana. (2013). Jodoh: Bibit,Bobot,Bebet. www.sosbud.kompasiana.com/2013/10/13/jodoh-600053.html

Prawirohamidjojo,S. (1986). Pluralisme dalam perundang-undangan perkawinan di Indonesia. Airlangga University Press.

Rahardjo,M. (2010). Jenis dan metode penelitian kualitatif. Malang: http://mudjiarahardjo.com/component/content/215.html?task=view

Santana,S. (2007). Menulis ilmiah: Metode penelitian kualitatif. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Setiadi, E. M. , dkk. (2006). Ilmu sosial budaya dasar. Jakarta: Prenada Group.

Soekanto,S. (1990). Sosiologi suatu pengantar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada

Sugiyono. (2011). Metode penelitian pendidikan (Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2012). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. (2005). Kamus besar bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.

Ubaya. (2012). Refleksi hakikat manusia berdasarkan aksara Jawa. http://www.ubaya.ac.id/2013/content/articles_detail/54/Refleksi-Hakikat-Manusia-Berdasarkan-Aksara-Jawa.html

UU Pasal 57 Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan


Refbacks

  • There are currently no refbacks.