PERSEPSI PENGELOLA BISNIS RESTORAN TERHADAP SERTIFIKASI HALAL: STUDI KASUS PADA RESTORAN CHINESE FOOD DI SURABAYA

Stanislaus Kenny Notoprasetio, Yoel Jemi Echarystio, Serli Wijaya

Abstract


Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk menggali persepsi pengelola bisnis restoran chinese food di Surabaya terhadap sertifikasi halal. Penelitian ini digunakan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan pengelola, sikap dan perilaku pengelola bisnis restoran chinese food di Surabaya. Dalam penelitian ini terdapat 4 informan yang menjual makanan halal, 3 informan yang menjual makanan halal dan tidak halal dan 1 menjual makanan tidak halal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Informasi didapatkan dengan cara melakukan wawancara. Kepada para informan hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pengetahuan tentang sertifikasi halal masih sangat minim bagi pengelola bisnis restoran chinese food untuk segmen halal dan tidak halal. Hal ini karena kurangnya tuntutan dari konsumen dan MUI dalam penerapan sertifikasi halal.

 

Abstract - This research is aimed to examine the perceptions of chinese food restaurant business manager in Surabaya on halal certification where the study will used to determine the extent of manager’s knowledge, attitudes and behavior chinese food restaurant manager in Surabaya. The informant of this research were four informant who sell halal food, three sell  halal and non halal food and one sell non halal food. This study uses a qualitative method. The information are gained by doing interview. To the informants the results shows that knowledge of the halal certification is still very low for a business manager, both for halal and non halal segment. This is due the lack of demand from chinese food consumers toward business managers and also from MUI.


Keywords


Sertifikasi Halal, Restoran Chinese Food, Pengelola Bisnis, Persepsi, Tidak Halal

Full Text:

PDF

References


Badan Pusat Statistik Surabaya. (2010). Badan Pusat Statistik Surabaya. from surabayakota:https://surabayakota.bps.go.id/linkTabelStatis/view/id/496

Biro Hukum dan Komunikasi Publik. (2016). Siaran Pers : Menjadikan Indonesia sebagai destinasi favorit wisata halal.Retrieved September 11, 2016, from Kemenpar: http://www.kemenpar.go.id/

Butt, A. M. (2012). Intention to choose halal product: The role of religiosity. Journal of Islamic Marketing , 25 (2), 112 - 113.

Dittmer, P. R., & Keefe, J. D. (2006). Food, beverage, and labor cost controls.New Jersey: John Wiley & Sons.

Essoo, N., & Dibb, S. (2004). Religious influences on shopping behaviour : An exploratory study.Marketing Management, 20 (1), 683-712

Fitri, A. (2016, September 6). Pengertian wisata halal. Retrieved 2016, from Cahaya Aceh: http://disbudpar.acehprov.go.id/tag/pengertian-wisata-halal/

Haider, H. M. (2015). Factors affecting halal purchase intention - evidence from Pakistan's halal food sector.Management Research Review , 22 (4), 50.

Majelis Ulama Indonesia (MUI). (t.thn.). Sekilas MUI.Retrieved September 18, 2016, from Majelis Ulama Indonesia: http://mui.or.id/sekilas-mui

Marzuki, S. Z. (2012). Restaurant managers' perspectives on halal ceritification. Islamic Marketing , 3 (1), 47.

Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2014). Peraturan menteri pariwisata dan ekonomi kreatif. Retrieved Januari 5, 2017, from http://disbudpar.kutaikartanegarakab.go.id/uploads/kebijakan/PERATURAN%20MENTRI/PERMEN%20PAREKRAF%20_11%20%202014%20%20RESTORAN.pdf

Pew-Templeton Global Religious Futures Project. (2015). The future of world religions : Population growth projections 2010-2050. 8.

Prabowo, S. (2014). Revealing factors hindering halal certification in East Kalimantan Indonesia.Emerald , 6 (2), 270.

Riaz, M. N., & Chaudry, M. M. (2004). Halal food production.CRC Press .

Sujudi A, 1996.Keputusan menteri kesehatan Republik Indonesia nomor 82/MENKES/SK/I/1996 tentang pencantuman tulisan halal pada makanan

Wadah musyawarah ulama, z. d. (2013). Komisi kominfo MUI. Retrieved 2013, from http://mui.or.id/sekilas-mui


Refbacks

  • There are currently no refbacks.