Perancangan Film Dokumenter tentang Bulimia Nervosa

Yuliana Sutanto, Arief Agung Suwasono, Jacky Cahyadi

Abstract


Perancangan Film Dokumenter Bulimia Nervosa ini bertujuan mengajak penonton untuk lebih waspada dan lebih mengerti tentang apa itu Bulimia dan apa dampaknya. Karena Bulimia menempati posisi pertama penyebab kematian di antara penyakit psikiatri yang lain.

Pembuatan Film Dokumenter ini menggunakan testimoni dan cerita nyata dari mantan penderita nya sendiri, didukung oleh penjelasan teoritis dari bidang psikologi yang memperkuat data tentang ciri-ciri dan bahaya Bulimia ini. Didukung juga dengan data dari angket yang disebar di wilayah kota Surabaya, yang menunjukkan angka penderita Bulimia di Surabaya termasuk tinggi dan patut diberi perhatian lebih agar dapat diantisipasi lebih awal.

Software yang digunakan untuk membuat Film Dokumenter ini adalah Adobe Premiere Pro

Keywords


Bulimia Nervosa , Film Dokumenter.

References


Allen, J. (2014). Self-reflexity in documentary. Cie-Tracts: A Journal of Film, Communications, Culture, and Politics 1(2), 37-43

Baselga, S.V. (2015). Can we study participatory video within film studies? A succinct approach. Glocal Times 22(23), 1-9

Bell, D. (2011). Documentary film and the poetics of history. Journal of Media Practice 12(1), 3-25

Bruzzi, S. (2006). New documentary (2nd ed.). London: Routledge, Ltd

Godmilow, J. & A.L. Shapiro. (2012). How Real is the Reality in Documentary Film?. History and Theory 36(4), 80-101

Hapsari, D.A. & Y.H. Urbani. (2014). Pembuatan Film Dokumenter “Wanita Tangguh Dengan Kamera DSLR Berbasis Multimedia. Indonesian Journal on Networking and Security 3(1), 21-26

Karisma, I.E. & Masnuna. (2013). Film documenter urban sport “bike trial”. Jurnal Desain Komunikasi Visual UPN “Veteran” Jatim (2), 20-25

Mental Health Foundation (2000) , All About Bulimia Nervosa A booklet for those wanting to know more about Bulimia nervosa , Copyright 1997.

Natusch, B. & B. Hawkins. () Mapping Nichols’ Modes in Documentary Film: Ai Weiwei: Never Sorry and Helvetica. Journal of Media, Communication and Film 1(2), 1-26

Ngwenya, P.R. & B. Richardson. (2013). Documentary Film and Ethical Foodscapes: Three Takes on Caribbean Sugar. Cultural Geographies 20(3), 339-356

Prihantono, O., L. Natadjaja, & D. Setiawan. (2014). Strategi Pembuatan Film Dokumenter yang Tepat untuk Mengangkat Tradisi-Tradisi di Balik Reog Ponorogo. Nirmana 11(1), 1-10

Sapino, R. (2011). What is a Documentary Film: Discussion of the Genre. Intensive Seminar in Berlin, September 12-24, 2011, pp. 1-20

Setiawan, R. (2015). Makan sebagi aktivitas produktif: Tinajaun filosofis tentang makan dari persepektif foucaultian. Melintas 3192, 303-335


Refbacks

  • There are currently no refbacks.