ANALISIS FAKTOR-FAKTOR INDIVIDUAL YANG BERPENGARUH TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN ETIS KONSULTAN PAJAK (SURVEY PADA KONSULTAN PAJAK DI JAWA TIMUR)

Fenny Veronica Tjongari, Retnaningtyas Widuri

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor individual dengan menggunakan variabel persepsi pentingnya etika dan tanggungjawab sosial, sifat machiavellian, dan pertimbangan etis terhadap pengambilan keputusan etis konsultan pajak yang tergabung sebagai anggota Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Jawa Timur. Responden yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 58 orang konsultan pajak. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda.

Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh persepsi pentingnya etika dan tanggung jawab sosial, sifat machiavellian, dan pertimbangan etis secara parsial maupun simultan terhadap pengambilan keputusan etis konsultan pajak yang tergabung sebagai anggota IKPI Jawa Timur.

 


Keywords


Pengambilan keputusan Etis, Persepsi Pentingnya Etika dan Tanggung Jawab Sosial, Sifat Machiavellian,Pertimbangan etis, Konsultan Pajak

Full Text:

PDF

References


Bass, K., Barnett, T., & Brown, G. (1999). Individual difference variables, ethical judgments, and ethical behavioral intentions. Business Ethics Quarterly, 183-205.

Blanthorne, C., Burton, H., & Fisher, D. (2005). The Aggressiveness of Tax Professional Reporting: Examining the Influence of Moral Development.Available at SSRN 649922. of tax practitioners. Journal of business

ethics, 114(2), 325-339

Djatmiko, Yayat Hayati. 2003. Perilaku Organisasi. Bandung: Alfabeta

Doyle, E., Frecknall-Hughes, J., & Summers, B.(2009). Research methods in taxation ethics: Developing the Defining Issues Test (DIT) for a tax-specific scenario. Journal of business ethics, 88(1), 35-52.

Doyle, E., Hughes, J. F., & Summers, B. (2013). An

empirical analysis of the ethical reasoning

Dr. Nur Indriantoro, M.Sc., Akuntan, Drs. Bambang Supomo, M.Si. Akuntan, 2002. Metedologi Penelitian Bisnis. Yogyakarta : Edisi Pertama, Penerbit BPFE.

Erard, B. (1993). Taxation with representation: An

analysis of the role of tax practitioners in tax compliance. Journal of Public Economics, 52(2), 163-197.

Ferrel, O.C dan L. G. Gresham. 1985. “ A Contingency Framework for Understanding Ethical Decision Making in

Marketing”. Journal of Marketing 49 (Summer).pp 87-96

Ghozali, I. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan

Program SPSS. 2006. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

IKPI, Komisi Kode Etik. (2009). AD ART Kode

Etik Ikatan Konsultan Pajak Indonesia.

Jiwo, P. (2011). Analisis Faktor-Faktor Individual Dalam Pengambilan Keputusan Etis Oleh Konsultan Pajak (Kajian Empiris Pada Konsultan Pajak Di Kap Di Kota Semarang) (Doctoral dissertation, Universitas Diponegoro).

Jones, Thomas M. 1991. “Ethical Decision Making by Individuals in Organizations: An Issue – Contingent Model”. Academy Management Review. April. Pp 365 – 395

Kohlberg, L. 1971. Stages of moral development as a basis of moral education. Dlm.Beck, C.M., Crittenden, B.S. & Sullivan, E.V.(pnyt.). Moral education: interdisciplinary approaches: 23-92. New York: Newman Press.

Kohlberg, L. 1977. The cognitive-developmental approach to moral education. Dlm.Rogrs, D. Issues in adolescent psychology: 283- 299. New Jersey: Printice Hall, Inc.

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 111/PMK.03/2014 Tentang Konsultan Pajak

Purnamasari, St. Vena dan Agnes Advensia C. 2006. “Dampak Reinforcement Contingency Terhadap Hubungan Sifat Machiavellian dan Perkembangan Moral”. Proceeding Simposium Nasional Akuntansi IX, Padang

Rest, James R. 1979. Received Manual for The Defining Issues Test: An Objective Test for Moran Judgement Development. Minnepolis: Minnesota Moral Research

Project.

Richmond, K. A. (2001). Ethical reasoning,Machiavellian behavior, and gender: The impact on accounting students’ ethical decision making (Doctoral dissertation, Virginia Polytechnic Institute and State University).

Robbins, R. W., & Wallace, W. A. (2007). Decision

support for ethical problem solving: A multi-agent approach. Decision Support Systems, 43(4), 1571-1587.

Shafer, William E dan Richard S. Simmons. 2008. “Social Responsibility, Machiavellianism, and Tax Avoidance: A Study of Hong Kong Tax Professionals”. Accounting, Auditing, and Accountability Journal, Vol. 21, No. 5, pp. 695-720

Singhapakdi, Anusorn., Scott J. Vitell., Kumar C.Rallapalli., dan Kenneth L. Kraft. 1996. “The Perceived Role of Ethics and Social Responsibility: A Scale Development”. Journal of Business Ethics, Vol. 15, pp. 1131-1140

Sugiyono, 2003. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono, 2010. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sukrisno, Agoes. 1996. “Penegakan Kode Etik Akuntan Indonesia”. Makalah KNA-KLB IAI. Semarang

Trevino, L. K., & Youngblood, S. A. (1990). Bad apples in bad barrels: A causal analysis of ethical decision-making behavior. Journal of Applied psychology,75(4), 378.

Utami. 2005. Analisis Perbedaan Faktor-Faktor Individual terhadap Persepsi Perilaku Etis Mahasiswa: Studi Kasus pada Mahasiswa Jurusan Akuntansi dan Manajemen di Perguruan Tinggi Se-Karesidenan Surakarta. Tesis. Jurusan Akuntansi Universitas Dipenogoro. Semarang.

Wood, G. (2002). A partnership model of corporate ethics. Journal of Business Ethics, 40(1), 61-73.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.